KEBUTUHAN MANUSIA

Apabila kita mengamati kegiatan di pagi hari, kita melihat hamper semua warga masyarakat berangkat menuju kerja untuk mencari nafkah duna memenuhi kebutuhan keluarganya.

Gambar

Coba amati!! Pegawai menuju ke kantor, pedagang ke pasar, ke took atau siap menjajakan dagangannya, petani membajak sawah, dan banyak lagi kegiatan masyarakat lain. Nah!! Sekarang tentunya kita menjawab untuk apa kita bekerja, apa yang kita cari?? Kita itu sebenarnya sibuk mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Untuk hidup memang banyak sekali yang kita inginkan. Tentunya tidak hanya makanan, pakaian, tempat tinggal, dan masih banyak lagi yang lain. Missal ; obat-obatan, alat transportasi, TV, dan lain-lain. Coba kita pikirkan apa saja yang kita perlukan untuk hidup kita.

Gambar.

Apakah kebutuhan kita semua dapat terpenuhi?? Tentu tidak , kebutuhan manusia itu sangat banyak dan beraneka ragam, sedangkan barang dan jasa sebagai alat pemuas kebutuhan sangat terbatas. Kenyataan inilah yang menjadi inti masalah ekonomi. Masalah ekonomi dihadapi oleh umat manusia, apakah kita sebagai perseorangan, keluarga, perusahaan, atau Negara. Pokok persoalannya adalah : Bagaimanakah dengan sumber-sumber yang terbatas, manusia dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang banyak dan beraneka ragam. Untuk mengatasi persoalan ekonomi itu, manusia melakukan kegiatan ekonomi yang membentuk system ekonomi yang berbeda-beda yang dapat kita pelajari. Sekarang, agar kita lebih memahami tentang inti masalah ekonomi itu, tekuni kajian tentang kebutuhan dan alat pemuas kebutuhan. Apakah yang dimaksud dengan inti maslah ekonomi ; sedang pemuas kebutuhan terbatas, pokok permasalahan ekonomi kebutuhan alat pemuas kebutuhan senantiasa menampakan dirinya sebagai suatu perasaan kekurangan yang menimbukan keinginan untuk dipenuhi. Apa yang terjadi pada saat kita lapar dan haus. Tentunya kita akan makan ataupun minum air. Demikian pula perasaan keinginan / kebutuhan kita terhadap pakaian, tempat tinggal, radio, TV, kendaraan, dan sebagainya.

Gambar

Macam-macam kebutuhan

Kebutuhan manusia banayak dan beraneka ragam, bahkan tidak hanya beraneka ragam tetapi bertambah terus tidak ada habisnya. Satu kebutuhan telah anda penuhi, tentu akan datang lagi kebutuhan lainnya. Namun demikian, kita dapat menggolongkan kebutuhan-kebutuhan sebagai berikut :

  1. a. Kebutuhan menurut Intensitasnya

Kebutuhan ini dipandang dari urgensinya atau mendesak tidaknya suatu kebutuhan, kebutuhan ini di kelompoka menjadi tiga : kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tertier. Tentunya kita sudah tahu apa itu kebutuhan primer, sekunder, dan tertier.

  1. b. Kebutuhan menurut sifatnya

Kebutuhan ini dibedakan menurut dampak atau pengaruhnya terhadap jasmani dan rohani.

-         Kebutuhan jasmani, contoh : makanan, pakian, tempat ringgal, dan sebagainya.

-         Kebutuhan Rohani, contoh : Musik, Ibadah, dan sebagainya.

  1. c. Kebutuhan menurut waktu

Kebutuhan ini dibedakan menurut waktu sekarang dan waktu yang akan datang. Kebutuhan sekarang, adalah kebutuhan yang harus dipenuhi sekarang juga, seperti; makan di saat lapar, atau obat-obatan pada saat sakit. Kebutuhan masa depan, yaitu pemenuhan kebutuhan yang dapat di tunda untuk waktu yang akan datang, missal ; tabungan hari tua, asuransi kesehatan, dan sebagainya.

  1. d. Kebutuhan menurut wujud

Kebutuhan ini meliputi kebutuhan material, yaitu kebutuhan berupa barang-barang yang dapat diraba dan dilihat. Misalnya ; buku, sepeda, dan sebagainya

  1. e. Kebutuhan menurut subyek

Kebutuhan ini dibedakan menurut pihak-pihak yang membutuhkan. Kebutuhan ini meliputi ; kebutuhan individu, yaitu kebutuhan yang dapat dilihat dari segi orang yang membutuhkan, misalnya ; kebutuhan petani berbeda dengan kebutuhan seorang guru. Kebutuhan masyarakat, disebut juga kebutuhan kolektif atau kebutuhan bersama, yaitu alat pemuas kebutuhan yang digunakan bersama, misalnya ; elepon umum, jalan umum, WC umum, rasa aman, dan sebagainya.

Nah apakah kita sudah pas dengan apa yang kita butuhkan dan tidak kita butuhkan semua alat pemuas pasti ada pada gunanya masing-masing. Tetapi tetap kembali ke sifat alami manusia yang tak pernah ada rasa puas. Jika hari ini puas bsok pasti akan minta yang lebih dari hari ini. Andaikan sifat ini bisa direalisasikan kepada pekerjaan, misalnya hari ini membuat satu besok harus lebih dari satu.

Hubungan Ilmu Ekonomi dengan Kemakmuran

Lalu bagaimanakah kaitan antara ilmu ekonomi dengan kemakmuran.. ilmu ekonomi terkait erat dengan kemakmuran. Bukankah sudah kita ketahui, baahwa ilmu ekonomi adalah bahan kajian yang mempelajari upaya untuk memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran atau dapat pula dinyatakan bahwa hakekat mempelajari ilmu ekonomi itu terbatas pada kesejahteraan material saja.

Nah kalau begitu, jika massyarakat sejahtera berarti masyarakat tersebut mengalami kemakmuran. Masyarakat dikatakan makmur apabila semua kebutuhan materi dapat terpenuhi dengan sebaik-baiknya, dan tingkat kemakmuran dapat diukur dari banyaknya barang dan jasayang dihasilkan serta banyak barang dan jasa yang dihasilkan serta banyak barang dan jasa digunkan untuk memenuhi kebutuhan hidup.